Tampilkan postingan dengan label Kaukasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaukasus. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juni 16, 2011

Masyarakat Dagestan Mendukung Mujahidin

Basis dukungan masyarakat untuk gerakan bersenjata bawah tanah di Dagestan tidak menurun, kata wakil pimpinan pertama dari geng bersenjata penjajah FSB, Sergei Kolomeitsev.

Menurutnya, jika usia rata-rata dari Mujahidin yang sebelumnya 40-45 tahun, sekarang berada antara 18-30 tahun.

FSB memperingatkan bahwa Rusia terancam oleh serangan baru sabotase skala besar oleh unit bersenjata dari Emirat Kaukasus.

FSB khawatir bahwa "Fasilitas Infrastruktur Kritis" akan menjadi Target.

Selasa, April 26, 2011

Pertempuran sengit terjadi di ibukota Chechnya, seorang tentara boneka tewas tiga terluka parah

JOKHAR (Arrahmah.com) - Sumber di provinsi Nokhchicho (Chechnya/Ichkeria), Imarah Kaukasus melaporkan bahwa pertempuran sengit terjadi di ibukota, Jokhar, pada Senin (25/4/2011) malam.

Menurut data awal, tentara penjajah Rusia dan antek mereka menyerang sebuah apartemen di gedung bertingkat sembilan, di mana dua Mujahid berada di sana.

Sumber menambahkan bahwa seorang tentara boneka tewas dan tiga lainnya terluka parah selama bentrokan berlangsung.

Sementara itu, pemimpin boneka Kadyrov mengonfirmasikan mengenai pertempuran di Jokhar.

Rezim boneka mengklaim dua Mujahid Syahid (Insha Allah) dalam pertempuran. Mereka adalah Musa Tashtamirov dan Bekkhan Musayev. Pihak Mujahidin belum mengonfirmasikan hal ini.

Senin, April 25, 2011

EKSPRESI KALAH PERANG DARI MOSCOW

AFP-Moskow: Ratusan nasionalis Rusia mengadakan pawai diwarnai rasisme di pusat Moskow pada hari Sabtu untuk menuntut mengakhiri pembayaran sosial bagi republik Muslim di wilayah Kaukasus Utara .

Pertemuan ini terjadi di tengah ketegangan sosial dan kekhawatiran tentang keamanan dari serangan bom bunuh diri seperti Januari di bandara utama Moskow yang menewaskan 37 orang dan diklaim oleh panglima perang yang takuti.

“Kami bosan melihat pemuda Kaukasus menciptakan kekacauan di jalan-jalan kami dan di sekolah kami dan universitas dan kemudian pergi tanpa hukuman,” kata co-organizer pawai Alexander Khromov kantor berita Interfax.

Acara ini resmi berjudul “Berhenti memberi makan Kaukasus!” dan termasuk kata para pemimpin dari organisasi sayap kanan bahwa hak-hak kelompok ini untuk melakukan serangan mematikan pada migran dari Kaukasus Rusia dan republik-republik Asia Tengah.

jajak pendapat terbaru menunjukkan peningkatan xenophobia Rusia dan rasa frustrasi pemilih atas masuknya sebagian besar pendatang baru Muslim untuk kota-kota yang sudah kacau di bawah tekanan kejahatan berat dan pelayanan yang buruk.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Perdana Menteri Vladimir Putin, mantan presiden yang meluncurkan perang terakhir Rusia di Kaukasus pada tahun 1999, telah mengutuk kekerasan rasis yang sekarang secara berkala meletus di jalanan.

Medvedev menyebutnya masalah keamanan nasional sementara Putin bertemu dengan seorang menteri atas apa yang terjadi pada hari Sabtu untuk membahas program pengembangan sosial baru untuk warga miskin selatan Rusia.

Namun para pejabat Moskow memberikan persetujuan kejadian seperti di masa lalu dan walikota kota bulan lalu dituduh bertanggung jawab terhadap setengah dari kejahatan atas migran di ibukota.

Dia juga telah menginstruksikan perusahaan untuk memberikan perlakuan istimewa kepada penduduk setempat selama menyewa dan mengeluarkan kampanye untuk menutup warung pinggir jalan dan pasar terbuka yang sering dioperasikan oleh pekerja sementara dan ilegal.

Kantor walikota memberi sanksi pada acara Sabtu dengan melarang pertemuan serupa dalam membela hak asasi manusia, sebuah langkah yang memicu kritik yang langka dari anggota parlemen pro-Kremlin.

“Kami harus mencoba untuk tegak dari usaha-usaha untuk memecah negara ini,” kata anggota parlemen partai yang berkuasa Pavel Zyryanov pada radio Echo Moskow.

Sabtu demonstran yang terdiri dari sebagian besar pemuda Rusia mengenakan jaket bomber dan kerudung.

Beberapa wajah mereka ditutupi dengan bandana untuk menyembunyikan identitas mereka dari polisi sementara banyak yang lebih mengangkat tangan kanan mereka berhormat gaya Nazi saat meneriakkan slogan-slogan yang memuji etnis Rusia.

“Kami tidak xenofobia. Kami tidak Nazi. Kami menuntut kesetaraan untuk daerah Rusia, “kata co-organizer rally Anton Nosov dari kelompok kecil dikenal Civic Rusia Union.

pembicara lain mengatakan kepada kerumunan sekitar 500 orang bahwa “kita mengeluarkan uang terlalu banyak dan terlalu banyak darah di Kaukasus".

Acara itu diawasi dengan ketat oleh puluhan polisi yang menutup semua jalan menuju alun-alun. Tidak ada kekerasan yang dilaporkan.

Minggu, Maret 01, 2009

Pernyataan Komandan Pasukan Bersenjata Provinsi Ghalghaycho Emirat Kaukasus

Mujahidin sektor Ingush mengeluarkan pernyataan berkaitan pertempuran di Nazran 12 Februari. Menurut sumber resmi Rusia, tiga mujahid telah syahid dan empat orang polisi OMON Rusia meninggal. Sedangkan pemberitaan lainnya menyebutkan bahwa polisi yang meninggal berjumlah 15 orang.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah mengirim al-Quran sebagai petunjuk dan peringatan bagi para penganutnya, yang telah menciptakan kita kaum muslimin dan orang-orang yang telah memberikan hadiah besar dengan berjihad di jalan-Nya.

Semoga kedamaian dan keberkahan Allah tercurah atas Pemimpin para mujahid, Nabi Muhammad saw, keluarganya, para shahabatnya dan siapa saja yang mengikutinya hingga hari penghisaban.

Pada tanggal 12 Februari pagi-pagi, komandan Hasan dan empat mujahid lainnya, termasuk seorang anak berusia 14 tahun dan seorang perempuan, memerangi orang-orang musyrik yang ada di sekitar mereka. Dengan mempertimbangkan jumlah orang-orang musyrik dan partisipasi pasukan khusus GRU (Direktorat Utama Intelejen) dan FSB (Layanan Keamanan Federal) dalam penyerangan tersebut, maka disimpulkan bahwa tidak ada insiden yang tidak teridentifikasi, melainkan sebuah operasi terencana dan dipersiapkan dengan matang.

Dengan izin Allah, orang-orang kafir itu tak akan pernah dapat menjebak para mujahid, dan yang terjadi justru saudara-saudara kita bertemu arak-arakan Pasukan Khusus yang membawa persenjataan lengkap. Selama menit-menit pertama dari pertempuran saudara-saudara kita memukul dua APCs (Armored Personnel Carriers), sebuah truk bersenjata yang dimiliki oleh URAL dan sebuah truk GAZEL. Pertempuran berlangsung sengit, berhasil menewaskan lima atau enam orang kafir dan melukai sejumlah lainnya.

Para saksi mata yang mendengar Pasukan Khusus tersebut berbicara satu sama lain mengutip pembicaraan orang-orang kafir itu mengenai beberapa remaja laki-laki, meskipun sebuah rumah terkena rentetan tembakan, hujan peluru dari lantai dua, berteriak "Allaahu Akbar!" dan "Laa ilaaha illa Allaah!". Beberapa waktu kemudian, mereka lantai dua itu terkena tembakan.

Sekitar satu setengah jam setelah pertempuran bermula, para mujahidin, sebagian dari mereka mungkin telah terluka atau terbunuh, memperbolehkan kelompok penyerang untuk mendekat ke rumah tersebut dan meledakkan satu dari laras senjata mereka yang berisi campuran peledak. Saudara kita memiliki kemampuan untuk meledakkan semua laras dengan bobot 200 liter. Akan tetapi, untuk menghindari jatuhnya korban dari warga sipil dan kerusakan serius, mereka memilih untuk tidak melakukannya.

Ledakan itu sangat dahsyat. Warga Nazran yang jauh dari lokasi pertempuran merasa seolah-olah sedang terjadi gempa bumi. Beberapa menit setelah ledakan, ketika sudah bersih dari asap dan debu, sebuah gambaran yang akan mengejutkan setiap orang terlihat. Seluruh jalan dipenuhi oleh potongan tubuh kaum kafir dari GRU dan FSB, potongan kepala, lengan, kaki, dan banyak bagian tubuh lainnya yang terpisah-pisah. Potongan tubuh tersebut muncul dari balik reruntuhan tembok. Orang-orang kafir yang terluka menampakkan kehisterisan mereka; menangis, berteriak, dan mengutuk mujahidin yang mempersembahkan "neraka" itu bagi mereka. Dalam ketakutan, mereka bersembunyi di halaman tetangga mereka dan menolak untuk didekati pihak medis.

Dua atau tiga dokter dan petugas EMERCOM mengevakuasi mayat dan orang-orang selamat, mengumpulkan potongan tubuh para anggota GRU dan FSB dari jalanan Nazran.

Lebih dari tujuh kendaraan bersenjata biasa digunakan dalam pertempuran ini, lebih dari 200 pasukan khusus dari berbagai servis keamanan ikut ambil bagian, 30 diantaranya meninggal dan tidak kurang dari 50 orang kafir terluka akibat pertempuran ini.

Sayangnya, tiga orang warga di wilayah tersebut ikut terluka, dan beberapa rumah hancur.

Hari itu komandan Hasan Mutaliyev, yang dihormati dan dicintai oleh saudara-saudaranya, syahid, insya Allah. Sejak hari dimana Allah membukakan hatinya dan memapankan keyakinannya, ia tidak berhenti berjuang di jalan Allah, ia mencari ilmu dan mempersembahkannya dalam jihad. Ia adalah pemberani, tangguh dan baik hati, sehingga ia dihormati di tengah-tengah para mujahidin.

Bersama dengan Hasan, saudara kita orang Rusia dan remaja Ingush yang berusia 14 tahun juga syahid, insya Allah. Mereka berpartisipasi dalam perjuangan di Provinsi Ghalghaycho. Dalam pertempuran tersebut, Allah memberikan ridha-Nya pada pasangan suami istri (sang istri berusia 17 tahun), orang Abazin. Setelah masuk Islam, perempuan itu memohon agar Allah mengizinkannya bergabung dalam jihad, dan Allah mengabulkan doanya. Ia bertemu dengan laki-laki muslim yang baik, menikahinya sebulan lalu dan mengajaknya untuk bergabung bersama-sama para mujahidin.

Kaum muslimin selalu menang, karena Allah mempersembahkan kemenangan dan kehormatan di tanah itu, atau surga yang abadi di suatu hari nanti. Setelah meninggal kita masuk surga, dan orang-orang kafir akan ada di dalam neraka.

"Janganlah kamu mengira orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan mereka hidup, di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.

Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.

(Yaitu) orang-orang yang menaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan besar). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang sangat besar.

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan rasul-Nya) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung"

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."
(QS. Ali Imran[3]: 169-174)


Ya Allah, berikanlah kekuaran dan kesabaran kepada para siapapun yang memilih untuk syahid di jalan-Mu, berikanlah keridhaan-Mu, hilangkanlah ketakutan dari mereka.

"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami dan kukuhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."
(QS. Al Baqarah[2]: 250)


Departemen Informasi dan Analisis
Kantor Pusat Sektor Ingush Front Kaukasus
Pasukan Bersenjata Emirat Kaukasus

(Althaf/arrahmah)

Senin, Februari 09, 2009

Amir Dagestan Syahid (InsyaAllah), Jihad Dagestan Terus Berlanjut

DAGESTAN - Menurut sumber Markas Besar Angkatan Perang Dagestan, Emirat Kaukakus, dalam rangkaian pertempuran di Desa Leninkent, Komandan Angkatan Perang Dagestan, Emirat Kaukakus, Amir Muaz (Omar Shyekhulayev), syahid (Insya Allah). Sumber tidak memberikan detil peristiwa.

Amir Muaz ditetapkan menjadi pemimpin Angkatan Perang Dagestan tiga bulan lalu. Dia bergabung dengan jihad di Dagestan sejak dimulainya tahap aktif Gazavat di Provinsi Dagestan pada 2002 silam dibawa kepemimpinan Amir Muslim.

Unit-unit di bawah kepemimpinan Sheykhulayev selalu berhasil menyelesaikan misi-misi militer mereka di Shalmikala dan di daerah lain di Dagestan.

Telah beberapa kali Omar Sheykhulayev terjebak di salah satu rumah di Shalmikala, tetapi setiap hal itu terjadi ia selalu memiliki strategi cerdas yang membuatnya lolos tanpa luka sedikitpun di tubuhnya, walaupun para tentara murtad mengumumkan bahwa dirinya telah meninggal.

Kini, tanpa keberadaan Amir Muaz, para mujahidin yang dahulu dipimpinnya berjanji bahwa Jihad di Dagestan akan terus berlanjut! (Hanin Mazaya/arrahmah.com)