Tampilkan postingan dengan label AlQaida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlQaida. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 15, 2011

Kata-Kata Yang Hidup Dari Seorang Martir: Wawancara Dengan Syaikh Usamah Bin Ladin rah.a Oleh Aljazeera Desember 2001

بسم الله الرحمن الرحيم

"Adapun orang-orang yang mengutuk operasi-operasi ini melihatnya secara tertutup, dan mereka gagal menghubungkannya dengan kejadian-kejadian di masa lalu serta tidak melihat penyebab yang mengakibatkan hal ini.

Sikap mereka tidak sesuai dan tidak didasarkan pada agama, hukum atau suatu perspektif yang rasional. Mereka hanya melihat Amerika dan media yang mengkritisi operasi-operasi ini lalu mereka berdiri bersama untuk mengkritisinya. Contoh untuk mereka adalah seperti seekor srigala yang melihat seekor biri-biri yang baru lahir.

Srigala itu berkata kepada anak biri-biri: " Kamulah yang mengotori airku tahun lalu!"
Anak biri-biri itu menjawab: "Itu bukan aku!"
"Itu kamu!" sang srigala bersikeras.
Lalu sang biri-biri mengatakan kepadanya: "Well, aku baru lahir tahun ini."
Srigala berkata:"Jadi pasti ibumu yang mengotori!", lalu srigala itu memangsa si anak biri-biri. Dan apa yang dapat dilakukan oleh ibu biri-biri yang miskin ketika melihat anaknya yang terkoyak menjadi potongan diantara taring srigala?

Tetapi di dalam sifat ke ibuannya, ia menanduk srigala.
Tentu saja sang srigala tidak terpengaruh sama sekali. Namun dia berteriak: "Lihat ini teroris!"
Lalu burung-burung beo bergabung untuk mengulang-ulang apa yang dikatakan srigala dan berkata: "ya, kita mengutuk tandukan biri-biri betina itu untuk melawan srigala."

Dimana kamu saat srigala memangsa anak biri-biri ini?

...... Mereka yang tetap mengulang-ulang gosip yang sama tentang terorisme tanpa tahu konsekuensinya sebaiknya berhati-hati.
Teror kami atas orang-orang Amerika adalah teror yang patut dipuji demi untuk mengusir ketidakadilan dari si penindas sehingga Amerika menarik dukungannya atas Israel yang membunuh anak-anak kita.

Sebenarnya masalah ini adalah sangat jelas.... Mengapa kamu tidak mengerti?

Download:

http://www.multiupload.com/9UCRIA1OIU

Rabu, Mei 18, 2011

Ketakutan membayangi Tim Navy SEAL pasca syahidnya Syaikh Usamah

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Bukan perasaan lega yang didapat setelah berhasil dalam misi membunuh Syaikh Usamah dalam operasi militer di Abbottabad. Perasaan was-was dan ketakutan kini membayangi para anggota Tim Navy SEAL yang menjalankan misi pembunuhan terhadap Syaikh Usamah Bin Ladin.

Tim Navy SEAL menyatakan kekhawatiran terhadap keselamatan mereka dan keluarganya. Perasaan ini mereka ungkapkan saat bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates, Jumat (13/5/2011) lalu.

Gates mengakui kematian Syaikh Usamah telah memunculkan kekhawatiran atas keselamatan pasukan paling elite dalam angkatan perang Amerika itu. “Mereka menyatakan kekhawatiran soal itu, terutama keluarga mereka,” kata Gates.

Oleh karena itu, ia menyatakan Departemen Pertahanan akan meningkatkan pengamanan terhadap anggota Tim Navy SEAL dan keluarga mereka. Ia menegaskan ancaman terhadap keselamatan personel SEAL timbul lantaran sudah begitu banyak informasi soal tim itu di media.

Bahkan, masyarakat dan pers sudah mengetahui markas SEAL di kawasan Pantai Virginia. Seperti dalam pengakuan mantan anggota Tim Navy SEAL, Don Mann yang menceritakan dirinya pernah didekati 25 wartawan yang ingin menanyainya seputar identitas anggota Tim SEAL yang ikut menggerebek rumah Syaikh Usamah di Kota Abbottabad, Pakistan.

Militer: Petinggi Al-Qaidah di Pakistan Berhasil Ditangkap

Pasukan keamanan Pakistan telah menangkap seorang pemimpin al-Qaidah selama penggrebekan besar-besaran di kota pelabuhan selatan Karachi, militer mengatakan.

Tentara Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Selasa kemarin (17/5) bahwa pasukan keamanan menangkap seorang pelaku operasi senior al-Qaidah, Muhammad Ali Qasim Yaqub alias Abu Suhaib Al Makki di Karachi, seorang koresponden Press TV melaporkan.

"Menurut penyelidikan awal, Al Makki adalah warga Yaman dan telah bekerja langsung di bawah pemimpin Al-Qaidah di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan," kata pernyataan itu.

"Penangkapan Al Makki merupakan perkembangan utama dalam mengungkap operasi jaringan al-Qaidah di kawasan tersebut," pernyataan itu menambahkan.

Pada hari Selasa pagi, pasukan keamanan di provinsi barat daya Pakistan yang bermasalah Balochistan menewaskan sedikitnya lima militan al-Qaidah ketika mereka berencana untuk melakukan pemboman di wilayah tersebut.

Taliban Pakistan telah bersumpah untuk membalas pembunuhan pemimpin al-Qaidah Usamah bin Ladin oleh pasukan AS.

Presiden AS Barack Obama mengklaim bahwa bin Ladin tewas oleh pasukan AS pada tanggal 1 Mei di kompleks bersembunyi di Pakistan.

Mantan pejabat militer Pakistan dan dinas intelijen mengatakan AS secara salah telah membunuh bin Ladin di Pakistan sebagai bagian dari skema untuk menginvasi negara Asia Selatan itu.

Sumber: Eramuslim.com

Senin, Mei 16, 2011

Taliban Pakistan Diperlengkapi Dengan Senjata Dari AS Sampai Jerman

ISLAMABAD - Kelompok-kelompok milisi pendukung gerakan Taliban dan Al Qaeda dilaporkan telah dipersenjatai dengan berbagai perlengkapan militer buatan AS, masih ditambah lagi dengan persenjataan lain yang dibuat oleh negara-negara sekutu dekat AS, termasuk Israel, Jerman dan India.

Para milisi pro Taliban yang berada di wilayah Pakistan dipersenjatai dengan perangkat militer yang dirakit secara khusus, mahal dan profesional oleh pembuat senjata ternama Jerman, Blazer. Demikian dilaporkan oleh Deutsche Welle pada hari Rabu.

Senapan-senapan serbu tersebut diperkirakan berharga $2.960 (2.000 euro) per pucuknya. Senapan tersebut juga dilengkapi dengan aksesoris kelas berat dan daya tahan tingkat tinggi. Senjata-senjata tersebut amat cocok dipergunakan untuk operasi militer di wilayah-wilayah pegunungan, seperti di kawasan suku Pakistan, Waziristan Selatan, wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan.

Kelompok pejuang yang bermarkas di wilayah barat laut Pakistan tersebut memang telah sejak lama menjadi batu sandungan yang mengganjal bagi militer Pakistan. Islamabad saat ini tengah melancarkan operasi militer skala besar untuk menghalau kelompok-kelompok tersebut.

Para prajurit Pakistan dilaporkan menyerbu dua markas besar Taliban di Waziristan Selatan pada hari Sabtu lalu. Jet-jet tempur pemerintah menyerbu dan membombardir tempat persembunyian kelompok tersebut. Perdana Menteri Pakistan mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki pilihan lain kecuali menghadapi kelompok-kelompok milisi.

"Kami tengah berada dalam keadaan perang," kata Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani dalam sebuah konferensi pers di kota Peshawar, dimana beberapa hari yang lalu terjadi ledakan bom mobil yang menewaskan lebih dari 120 orang.

"Para pemimpin sipil, militer dan politik kami berada pada posisi yang sama, yakni melawan para pejuang. Kami tidak memiliki pilihan lain karena tujuan mereka adalah untuk "mengambil alih" negara."

Pakistan, yang bertahun-tahun lalu membantu proses kebangkitan Taliban di Afghanistan, kini tengah bertempur sengit dengan kelompok tersebut. Dua minggu yang lalu, pemerintah meluncurkan serangan di daerah suku Waziristan Selatan, wilayah yang banyak dipandang sebagai basis utama kelompok pejuang tersebut di Pakistan. Serangan tersebut telah memicu lahirnya serangan balasan di seluruh Pakistan.

Pada hari Sabtu, tujuh orang tentara yang tengah berkendara di wilayah suku Khyber terbunuh oleh sebuah ledakan bom pinggir jalan, kata seorang pejabat setempat, Ghulam Farooq Khan. Wilayah tersebut terkenal dengan Khyber Pass, rute utama pengapalan pasokan untuk pasukan AS dan NATO di medan tempur Afghanistan.

Serangan tersebut terjadi kala jet-jet tempur Pakistan membombardir tiga lokasi persembunyian pemimpin Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud, di wilayah suku Orkazai.

Namun keakurasian laporan tersebut masih belum dapat dikonfirmasikan. Pihak berwenang telah secara membarikade wilayah suku, wilayah-wilayah semi otonomi dimana pemerintah pusat tidak memiliki kekuasaan penuh, secara efektif.

Pakistan tampaknya benar-benar ingin membuktikan bahwa pihaknya tengah bergerak secara agresif untuk melawan kelompok-kelompok pejuang, pasca kunjungan singkat selama tiga hari oleh Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton di Pakistan.

Deutsche Welle menyebutkan bahwa persenjataan jenis lainnya yang berada di tangan kelompok-kelompok tersebut, diantaranya adalah pistol Jerman Wahlter P1, Senjata otomatis buatan pabrikan Jerman lainnya, Heckler & Koch (H&K), pistol-pistol buatan pabrikan senjata asal Austria, Glock, Senapan mesin M249, serta senjata mesin Uzi buatan Israel. Beberapa diantara senjata tersebut berharga $ 2072 (1.400 euro).

Laporan tersebut menambahkan informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa kelompok-kelompok tersebut berlatih dengan senapan serbu G3 buatan Jerman. Versi terbaru dari senapan tersebut banyak dipuji karena tingkat ketahanan dan ketepatannya.

Banyak pertanyaan yang menyeruak mengenai bagaimana cara kelompok-kelompok tersebut memperoleh senjata-senjata itu.

Heckler & Koch (H&K) tercatat sebagai salah satu dari lima perusahaan teratas pembuat senjata. H&K juga merupakan rekan dagang tetap bagi militer Jerman. Tahun lalu, perusahaan tersebut, yang volume ekspornya tidak disebutkan secara terperinci, telah menuai persenjataan bernilai total $267 juta (181 juta euro).

Perusahaan tersebut juga memproduksi senjata untuk Inggris, Norwegia, dan Yunani. Saat ini, perusahaan tersebut tengah berkonsentrasi untuk membuat persenjataan bagi militer Perancis. Perusahaan tersebut telah mampu melalui krisis ekonomi global, dan hebatnya, perusahaan tersebut nyaris tidak merasakan dampak krisis.

Setiap 14 menit, dilaporkan bahwa setidaknya ada satu orang di dunia ini yang kehilangan nyawanya karena senjata buatan H&K.

Sabtu, Mei 07, 2011

Statemen lengkap Al Qaeda tentang syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin

(Arrahmah.com) – Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya dirilis. Pimpinan pusat Tanzhim Qo’idatul Jihad, atau yang lebih dikenal dengan Al Qaeda, akhirnya merilis pernyataan resmi tentang syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin -rahimahullah-.

Tercatat dalam pernyataan tersebut dibuat pada tanggal 3 Mei 2011, sehari setelah penyerangan Amerika. Namun, baru tersebar di media-media Jihad beberapa jam yang lalu.

Berikut pernyataan lengkapnya, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Forum Al-Busyro.

=================================================

بسم الله الرحمن الرحيم

[Tanzhim Qo’idatul Jihad – Pimpinan Umum]

Engkau hidup Terpuji dan Mati sebagai Syuhada

Statement seputar Pertempuran Keengganan dan Syahidnya

Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah

diterjemahkan oleh:

Forum Islam Al-Busyro

=================================================

Segala Puji bagi Allah yang telah Berfirman :

{وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ}

“Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan”. (QS. Ali Imran : 157)

Sholawat dan Salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi-Nya yang telah bersabda : “Aku benar-benar berhasrat untuk bisa terbunuh di jalan Alloh, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi” beserta Keluarga dan Para Sahabat Beliau yang telah menyebarkan Al-Haq dengan Keadilan mereka, menjaga Dien ini dengan leher-leher mereka, dan mengalirkan darah-darah mereka untuk meninggikannya.

{فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا}

“Lalu mereka tidak merasa lemah dengan apa yang menimpa mereka dijalan Alloh, tidak melemah dan berputus asa” (QS. Ali Imron : 146) dan siapa saja yang menapaki jalan mereka, berjihad seperti Jihad mereka dan bersabar sebagaimana Kesabaran mereka hingga Hari Kiamat kelak. Amma Ba’du.

Pada hari yang bersejarah bagi Ummat Islam yang Agung, bukan hal yang baru bagi para pahlawan dan tokoh sepanjang usianya yang berbarokah, dan di atas jalan yang terhampar yang ditapaki oleh Para Pendahulu maupun Penerusnya yang terbaik, terbunuhlah Syaikh Mujahid Komandan yang Zuhud Al Muhajir Abu Abdillah Usamah bin Muhammad bin Laden semoga Allah merahmati Beliau di medan kejujuran, dimana beliau telah membenarkan Ucapannya dengan Perbuatan dan seruan dengan bukti, untuk menyusul rombongan Ummat terhormat, yang prosesinya sambung menyambung, antara para komandan agung, para pasukan yang jujur dan para Kesatria yang Mulia, beliau enggan untuk memberikan kehinaan dalam agamanya, melepaskan kepemimpinannya dan menghinakan diri kepada mereka yang tertimpa kehinaan dan kenistaan dari kalangan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat. Beliau melawan senjata dengan senjata, kekuatan dengan kekuatan. Dan siap berhadapan dengan kekuatan besar yang angkuh yang keluar dengan semua peralatan perang, Perbekalan, Pesawat-pesawat dan para sekutunya dengan Sombong dan pamer kepada Manusia. Tekad beliau tidak melemah di hadapan mereka dan tidak merosot nyalinya, bahkan beliau hadapi mereka secara langsung (berhadapan) seperti gunung yang kokoh, dan memang beliau laksana gunung yang kokoh.

Beliau terus mengikuti jalannya pertempuran yang semakin dahsyat dan orang yang melihatnya akan ciut padahal beliau telah berusia udzur, dan beliau tetap menunaikan amanah hingga terkena tembakan pengkhianatan dan kekufuran, untuk kemudian beliau serahkan ruh kepada sang penciptannya, seraya bergumam:

Barang siapa yang mengorbankan ruh yang mulia kepada Robbnya ### Untuk melawan kebatilan mereka, lalu bagaimana dia bisa dicela ??

Agar beliau tutup hidupnya yang bercahaya terang dengan kemuliaan yang telah dia cari selama bertahun-tahun. Beliau merentas daratan untuk mencari dan berhasrat untuk mendapatkannya, hingga beliau menjumpainya dengan gembira ketika hal itu datang kepadanya : itulah kesyahidan di jalan Alloh :

{وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ}

“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat : 35)

Dan Kata-kata beliau akan sentiyasa bergema di langit : “Orang yang bahagia adalah orang yang Allah pilih sebagai Syahid”. Anggapan beliau ini bukanlah anggapan orang yang lemah semata…!!!”

Siapa yang beranggapan bahwa orang yang terjun dalam kancah pertempuran ### Adalah tidak akan tertimpa kematian, berarti dia memiliki anggapan yang lemah

Maka, selamat wahai umat Islam atas kesyahidan sang anak yang berbakti, Usamah. Setelah melewati kehidupan yang penuh dengan kesungguhan dan pengorbanan, tekad dan kesabaran, tahridh dan jihad, kebaikan dan kedermawanan, hijrah dan safar, nasehat dan organisir yang baik, hikmah dan pengalaman, usia Syeikhul Jihad pada abad ini telah ditutup agar darah, kata-kata, peran dan penutupan usia beliau tetap menjadi ruh yang mengalir di dalam setiap rongga tubuh generasi Islam, dari generasi ke generasi.

Mereka telah belajar dari beliau bahwa kemuliaan tidak dibangun dengan angan-angan dan khayalan, bahwa keqiyadahan itu bukanlah kebanggaan dan pajangan, bahwa aqidah dan prinsip itu bukanlah sekedar kata-kata yang terucap di lidah, bahwa agama itu tidak akan menang dengan membuang-buang waktu, kerja dan obrolan, bahwa jalan kemuliaan – di dunia dan akherat – itu terbuka bagi siapa yang mau membayar harganya dan menanggung deritanya, bahwa kepemimpinan dalam agama tidak akan diperoleh kecuali dengan sabar dan yakin, dan bahwa modal utama seseorang itu adalah kejujuran dan keikhlasan.

Jika Amerika berhasil membunuh Syeikh Usamah maka itu bukanlah hal yang memalukan. Bukankah para pejuang dan pahlawan itu hanya terbunuh di medan laga ?? dan setiap ajal itu telah ditentukan. Tetapi apakah Amerika dengan media, antek-antek, persenjataan, para tentara, intelegen dan semua sarana mereka mampu untuk mematikan jihad yang syeikh Usamah telah hidup karenanya dan terbunuh dijalannya ??? Sekali-kali tidak…. Syeikh Usamah tidak pernah membangun tandzim yang akan mati dengan kematian beliau, dan lenyap sepeninggal beliau :

{يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ * هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ}

“Mereka hendak memadamkan cahaya Alloh dengan mulut-mulut mereka, dan Alloh akan menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang kafir tidak suka. Dialah yang telah mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya diatas semua agama yang ada meskipun orang-orang musyrik tidak suka”. (QS. Shoff : 8-9)

Ayat-ayat ini akan menjadi panah yang menancap di leher-leher mereka yang bisu dan tuli lagi tidak berakal. Dan agama Alloh Ta`ala – termasuk jihad di jalan Alloh – akan tetap tegak berdiri selamanya, yang aqidahnya akan dibawa oleh hati-hati yang suci, dihidupkan oleh tangan-tangan bersih, dan eksistensinya akan diraih oleh sekelompok orang yang jujur, yang tidak terpengaruh oleh orang yang hendak menyelisihi dan menghinakan mereka hingga datang janji Alloh.

Sesungguhnya Syeikh Usamah bin Ladin – semoga Alloh merahmati beliau – bukanlah seorang Nabi yang diutus di abad 20, tetapi beliau hanya seorang lelaki muslim dari umat Islam yang mulia ini, yang telah mengambil kitab dengan kekuatan, dan menjual dunia untuk mendapat akherat, serta berusaha untuk mencapainya sebagaimana yang kami sangkakan … maka Alloh pun mengangkatnya ketika beliau mau mengangkat agama-Nya, memuliakannya ketika beliau berusaha untuk memuliakan kalimat-Nya, dan membuat gentar bangsa-bangsa kafir dengan beliau ketika beliau hanya takut kepada Robbnya.

Sungguh, umat yang telah melahirkan Usamah adalah umat yang subur, dan akan muncul dari padanya para ksatria dan pahlawan seperti beliau, diantara orang-orang yang menikmati pengorbanan, merasa tersiksa dengan kesabaran dan tenggelam dalam kehidupan musuh-musuh mereka dan dibukakan bagi mereka pintu-pintu negaka jahim, atau menggiring mereka menuju surga dengan borgol. Jadi, universitas iman, qur`an dan jihad yang telah meluluskan Syeikh Usamah bin Ladin tidak dan tak akan pernah tertutup pintu-pintunya. Kitabulloh akan terus terjaga, ayat-ayatnya akan selalu dibaca di tengah malam dan siang, dan tak akan pernah terhapus meskipun seluruh penghuni bumi bersatu.

Bagaimana tidak …?? Sedangkan umat kita yang muslim pada hari ini sangat antusias menyambut agamanya, sangat besar pengorbanannya demi membela aqidahnya dan begitu kuat menghadapi musuh-musuhnya serta sangat tahu tentang hakekat yang akan dicapainya, setelah tumbuh generasi bertaqwa nan suci di dalamnya, Syeikh Usamah – semoga Alloh merahmati beliau telah menanamkan saham yang baik bersama para rekan beliau, yaitu para komandan yang baik dan para da’i yang sholih dan pilihan.

Sebuah generasi yang semakin tinggi dengan imannya, semakin mulia dengan islmanya, dan mampu menghinakan Barat yang kafir, dan arogansi peradabannya yang menipu, sebuah peradaban asusila, kotor, bobrok, dan tidak masuk akal.. sebuah generasi yang menjadikan kematian komandannya sebagai sebuah keuntungan yang akan memupuk loyalitasnya kepada agama bukan kerugian yang menjadikannya mundur ke belakang. Dengan penuh iman dan yakin beliau terus mengulang firman Alloh Ta`ala :

{وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ * وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ * فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (*) Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (*) Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imron : 146 – 148)

Jika cahaya Islam dan Jihad bisa padam dengan terbunuh atau meninggalnya seseorang, niscaya cahaya tersebut akan lenyap sejak hari meninggalnya pemimpin manusia Muhammad SAW sehingga banyak bangsa Arab yang murtad, atau niscaya lembarannya akan dilipat sejak hari Amirul Mukminin Umar bersimbah darah di mihrabnya, Utsman di hadapan mushhafnya dan Ali di tengah jalan -semoga Alloh meridhoi mereka semua-. Berapa… Dan berapa banyak Para Komandan yang berjalan diatas petunjuk mereka, yang telah memenuhi bumi dengan penyebutan, penaklukan dan jihad mereka baik di belahan timur maupun barat. Cahaya kebenaran tidak akan pernah padam dengan kematian mereka ataupun berbaliknya para pengikut mereka sepeninggal mereka. Tetapi sebaliknya, dengan terbunuhnya mereka, justru mereka semakin marah terhadap para musuh dan akan terus melakukan aksi pembalasan, dan Panji Kebenaran berada di tangan mereka seraya melantunkan firman Robb mereka :

{مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا}

“Di antara orang-orang beriman itu ada orang-orang yang berlaku jujur dengan apa yang mereka janjikan kepada Alloh, maka diantara mereka ada yang terbunuh dan diantara mereka juga ada pula yang menunggu dan mereka tidak merubah janjinya” (QS. Al-Ahzab : 23)

Berangkat dari ayat di atas, kami dari Tanzhim Qo`idatul Jihad berjanji kepada Alloh subhanah –dan kami memohon pertolongan, bantuan dan keteguhan kepada Alloh– untuk terus berjalan di atas jalan jihad yang telah dilalui oleh para komandan kita di bawah pimpinan Syeikh Usamah tanpa ragu dan bimbang. Kami tidak akan pernah berhenti atau jenuh hingga Alloh memberi keputusan antara kami dan musuh dengan benar dan Allohlah sebaik-baik pembuat keputusan. Setelah itu, tidak menjadi masalah apakah kami akan melihat kemenangan, penakhlukan dan tamkin ataupun kami mati karenanya :

{فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا}

“Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang besar” (QS. An Nisa : 74)

Begitu juga, kami menegaskan bahwa darah Syeikh Mujahid Usamah bin Ladin -semoga Alloh merahmati beliau- lebih berat dan lebih berharga di sisi kami dan di sisi setiap muslim dari pada beliau meninggal begitu saja. Dan dengan idzin Alloh, darah tersebut akan terus menjadi laknat yang akan menghantam orang-orang Amerika dan para jongos mereka, serta akan mengejar mereka baik di luar maupun di dalam negeri mereka sendiri. Sebentar lagi –dengan pertolongan Alloh– kami akan benar-benar merubah kesenangan mereka menjadi kesedihan, kami akan campur adukkan darah mereka dengan air mata mereka, dan kami akan benar-benar mewujudkan sumpah Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau- : “Amerika tidak akan pernah merasa aman, begitu juga siapa saja yang hidup di Amerika hingga keluarga kami yang berada di Palestina merasa aman. Dan para tentara Islam akan terus bergerak, baik secara bergerombol maupun sendiri-sendiri, mereka akan terus mengatur dan menyusun langkah tanpa lelah, bosan, putus asa, menyerah, lemah dan futur hingga mereka melakukan serangan dahsyat yang akan membuat seorang anak kecil beruban sebelum waktunya”.

Kami juga menyeru rakyat kami Umat Islam yang berada di Pakistan, di mana Syeikh Usamah terbunuh di bumi mereka, untuk segera bergerak dan bangkit untuk membersihkan kotoran yang ditorehkan oleh sekelompok pengkhianat dan pencuri kepada mereka ini, yang telah menjual segala sesuatu kepada para musuh umat ini, dan tidak peduli dengan perasaan masyarakat mulia yang berjihad ini, dan hendaklah mereka melakukan gerakan Intifadhoh (perlawanan) besar-besaran untuk membersihkan negeri mereka (Pakistan) dari najis orang-orang Amerika yang telah melakukan kerusakan di dalamnya :

{إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ}

“Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah suatu kaum hingga mereka melakukan perubahan terhadap diri mereka sendiri”. (QS. Ar Ra`du : 11)

Begitulah, Syeikh enggan untuk meninggalkan dunia ini sebelum ikut serta merasakan kebahagiaan Umat Islam dengan kebangkitannya dengan berani melakukan perlawanan terhadap kedholiman dan orang-orang dholim, dan beliau –semoga Alloh merahmati beliau– melakukan rekaman suara satu minggu sebelum beliau terbunuh yang berisi ucapan selamat, nasehat dan arahan-arahan. Yang akan kami rilis sebentar lagi dengan idzin Alloh, dan beliau menutupnya dengan bait-bait berikut :

Mengatakan kebenaran kepada thoghut ### Adalah kemuliaan dan kabar gembira

Yang merupakan jalan menuju dunia ### Dan juga jalan menuju akherat

Jika anda mau, matilah sebagai budak ### Tetapi jika anda mau, maka matilah sebagai orang yang merdeka

Kemudian kami memperingatkan Amerika, jangan berani menyentuh jasad Syeikh Usamah –semoga Alloh merahmati beliau– atau memperlakukannya dengan tidak layak, ataupun kepada anggota keluarga beliau yang mulia baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, dan hendaklah Amerika menyerahkan jasad-jasad tersebut kepada keluarganya. Jika tidak, maka tindakan buruk apapun yang kalian lakukan akan kami balas dengan keburukan yang berlipat-lipat. Janganlah kalian mencela kecuali diri kalian sendiri. Dan kami menyeru umat Islam semuanya untuk melaksanakan kewajiban mereka dalam hal faridhoh yang benar ini.

Milik Alloh lah segala urusan, baik sebelum dan sesudahnya, dan orang-orang dholim akan mengetahui kemana mereka akan kembali.

Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Semoga sholawat dan salam yang banyak terlimpah kepada Nabi kita Muhammad serta keluarga beliau.

Tandzim Qo`idatul Jihad / Pimpinan Umum
Selasa 29 Jumadil Ulaa 1432 H

=======================

Link download dalam format Word untuk disebarluaskan:

http://x7.to/srzckf
http://www.2shared.com/document/JaDK…in_-_Tand.html
http://www.mediafire.com/?8bqzw3o8zebh554
http://www.sendspace.com/file/9q1w4d
http://www.zshare.net/download/898518382a5f0b7a/
https://rapidshare.com/files/4609727…ikh_Usamah.doc
http://hotfile.com/dl/116974609/c7f3…samah.doc.html
http://www.megashare.com/3250035
http://www.ziddu.com/download/148860…samah.doc.html
http://www.megaupload.com/?d=C2ZX024S
http://depositfiles.com/files/gp7mxrdd7
http://www.filesonic.com/file/927865…ikh_Usamah.doc
http://www.easy-share.com/1915186408…ikh_Usamah.doc
http://www.speedyshare.com/files/283…ment_Syahi.doc

Jumat, Mei 06, 2011

Al Qaeda Mengkonfirmasi Tewasnya Syaikh Usamah bin Ladin, dan Bersumpah Akan Membalas Atas Kematiannya

Al-Qaeda telah mengkonfirmasi kematian pemimpinnya, Osama bin Laden, dan berkata dalam sebuah posting online bahwa hal itu akan terus melancarkan serangan di Barat.

Kelompok tersebut mengatakan tidak akan menyimpang dari jalan perjuangan bersenjata dan bahwa darah bin Laden "lebih berharga bagi kita dan setiap muslim daripada harus terbuang sia-sia".

Pernyataan ini dirilis di forum yang bersimpati kepada al-Qaeda dan diterjemahkan oleh SITE monitoring service pada hari Jumat.

"Ini [darah bin Laden] akan tetap ada, dengan izin dari Allah Yang Maha Kuasa, kutukan akan menimpa Amerika dan agen mereka, dan mengejar di dalam dan di luar negara-negara mereka," kata al-Qaeda.

Tidak jelas maksud pernyataan "negara-negara" dalam posting-an tersebut.

Pesan yang ditujukan kepada Pakistan, di mana bin Laden ditemukan, untuk "bangkit dan melawan demi membersihkan rasa malu yang telah melekat pada mereka ... dan untuk membersihkan negara mereka dari kotoran Amerika yang menyebarkan korupsi di dalamnya".

Ia menambahkan bahwa kelompok tersebut akan segera merilis sebuah rekaman suara bin Laden yang direkam satu minggu sebelum ia dibunuh oleh pasukan AS pada Senin.

Cabang Al Qaeda di Yaman mengkonfirmasi kematian bin Laden empat hari lalu, setelah berbicara ke kontak mereka di Pakistan.

Seorang juru bicara Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) mengatakan mereka sangat berduka mendengar berita tersebut.

"Pada awalnya kami tidak percaya,. tapi kami telah menghubungi saudara-saudara kita di Pakistan dan telah mengkonfirmasi hal tersebut," kata seorang anggota kepada kantor berita AFP.

Lelaki Hidup dan Matinya Sangat Ditakuti AS

Ibunya bernama Ummu Aiman, seorang hamba sahaya yang berasal dari Habasyah (Ethiopia). Ummu Aiman menikah dengan Ubaid bin al-Harits, dan memiliki seorang anak lelaki bernama Aiman. Karena itu, wanita itu dipanggil Ummu Aiman.

Sayangnya, Ubaid bin al-Harits dan Aiman syahid di medan perang, kala menghadapi kafir Quraiys. Ummu Aiman menjadi janda kehilangan suami dan anaknya. Meskipun, menghadapi kesedihan yang luar biasa, tetapi Ummu Aiman tetap mencintai dan berbakti kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ummu Aiman, wanita berakhlak mulia, dan memiliki sifat-sifat pemberani. Kecintaannya terhadap Islam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dibuktikannya dengan ikut serta dalam beberpa peperangan yang pernah terjadi, seperti dalam perang Uhud dan perang Khaibar melawan kafir Yahudi. Ummu Aiman dengan menggunakan panah dan busur anak panah melawan musuh-musuh Islam itu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyanjung dan menjunjung Ummu Aiman, karena kemuliaannya. Sampai suatu ketika Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang ingin menikah dengan wanita ahli surga, maka hendaklah dia menikahi Ummu Aiman”, ucap Raulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mendengar ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka shahabat Zaid bin Haritsah menikahi Ummu Aiman. Perkawinan keduanya itu melahirkan bayi laki-laki, yang kemudian diberi nama : “USAMAH”. Zaid bin Haritsah sangat berbahagia dengan kelahiran bayi laki-laki itu. Demikian pula dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ikut merasa berbahagia, dan bergegas menemui Ummu Aiman dan Zaid di rumahnya.

Ummu Aiman dan Zaid adalah orang-orang istimewa bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Zaid bin Haritsah sangat dekat dengan Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia memeluk Islam sejak mula. Zaid adalah hamba sahaya yang diberikan Siti Khadijah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyayangi Zaid, dan bahkan Rasulullah mengangkat Zaid sebagai anak angkatnya.

Usama kecil tumbuh menjadi dewasa bersama dengan lingkungan shahabat yang sangat mencintainya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyayangi. Ia tumbuh menjadi anak dewasa yang berakhlak mulia, gemar mempelajari agama, dan bersikap santun.

Di usia yang masih sangat belia itu, Usamah sudah ikut berperang. Perang pertama yang diikutinya adalah perang Khandaq, di mana kaum muslimin menghadapi 10.000 prajurit Quraisy. Usamah ikut berperang melawan mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkannya untuk ikut berperang melawan kafir Quraiys. Perang Khandaq itu yang menempa jiwa Usamah sebagai seorang prajurit sejati, dan tidak gentar melawan orang-orang kafir Quraisy.

Zaid bin Haritsah gugur di medan perang melawan pasukan Romawi. Raja Heraklius membantu Syurahbil bin Amr al-Gassany dengan mengirimkan prajurit sebanyak 100.000, dan hanya akan menghadapi pasukan Islam, yang jumlahnya hanya 3.000 prajurit Islam.

“Mungkinkah ini akan menang”, ucap Usamah sambil menatap ayahnya, Zaid, yang memegang bendera dan tongkat serta kudanya. Zaid menoleh kepada Usamah, sambil berkata, “Apakah kamu tidak belajar dari peperangan yang terdahulu?”, tanya ayahnya.

Dalam peperangan melawan pasukan Romawi itu Zaid gugur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai panglima perang. Jika dia gugur, maka digantikan Ja’far bin Abi Thalib, dan jika Ja’far gugur, maka digantikan Abdullah bin Rawahah”, ujar Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Usamah bangga menatap ayahnya yang menjadi panglima perang.

Perang Mut’ah yang sangat terkenal itu, di mana pasukan Islam yang jumlahnya hanya 3.000 harus melawan 200.000 pasukan kafir. Pasukan Islam dipimpin oleh Zaid bin Haritsah. “Aku anak Zaid bin Haritsah”, ujar Usamah. Pertempuran berlangsung sangat dahsyat. Sampai sebuah tombak mengenai tubuh Zaid, dan ia berteriak, “Allahu akbar”, terdengar lengkingan Zaid oleh Usamah. Usamah kaget melihat ayahnya Zaid tersungkur, dan jatuh ke tanah, kemudian menghembuskan nafasnya.

Kemudian, sesudah kematian Zaid, Ja’far dan Abdullah, maka tongkat penglima dipegang prajurit muda yang masih berumur 18 tahun, yaitu Usamah. Inilah takdir. Anak muda yang lahir dari lingkungan keluarga yang bersih dan mulia itu, menerima tongkat kepemimpinan perang dalam Islam dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Usamah menjadi sebuah tonggak sejarah di masa lalu, bagaimana prajurit muda ini harus melawan kebengisan Romawi.

Kini, sejak terjadi peristiwa 11 September 2001, lahir Usamah baru, yang menjadi musuh nomor 1 negara adikuasa Amerika Serikat. Usamah bin Laden, bukan hanya menghadapi negara adikuasa Amerika, tetapi kekuatan kafir global. Usamah menjadi musuh seluruh kekuatan kafir dunia.

Presiden Barack Obama memimpin langsung operasi penyerangan terhadap Usamah, di ruang “Operation Room”, di Gedung Putih dari detik ke detik mengikuti operasi di lapangan yang dilakukan pasukan khusus Amerika Serikat. Bersama seluruh pejabat di bidang keamanan Amerika Serikat, termasuk Wakil Presiden Joe Biden, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hallary Clinton.

Usamah bin Laden hanya seorang lelaki yang bersahaja, tutur bicaranya lembut, santun, dan mencintai saudara-saudara seiman. Tidak nampak dirinya sebagaimana yang digambarkan oleh para pemimpin Barat, dan media-media Barat, yang menggambarkan sebagai manusia yang sangat haus darah.

Tetapi, para pemimpin Amerika Serikat George Walker Bush sudah menuduh Usamah menjadi dalang peristiwa 11 September 2001, yang melakukan pemboman Gedung WTC (World Trade Center) dan meruntuhkannya. Sejak itu nama Usamah menjadi sangat ditakuti, dan selalu dilekatkan dengan Al-Qaidah.

Usamah ikut bertempur saat Uni Soviet menginvasi Afghanistan, yang mengakibatkan ribuan rakyat di negeri miskin itu tewas. Dan, para pejuang Islam berhasil mengusir pasukan Soviet. Sekarang pun, sesungguhnya “Lelaki” yang mencintai saudaranya dan Islam, tak ingin saudaranya dijajah, diperbudak, dihancurkan oleh orang-orang kafir. Sekecil apapun, ia telah memberikan pembelaannya, agar tidak terus menerus dijajah dan ditindas.

Usamah membela orang-orang Islam yang ditindas dan dihancurkan oleh kafir Barat, yang dengan angkuhnya terus menduduki negeri-negeri Muslim.

Usama telah tewas oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Jenazahnya pun dibuang ke laut oleh Amerika Serikat. Karena, takut Usamah akan terus memberikan inspirasi bagi umat Islam yang menginginkannya negerinya terbebas dari penjajahan dan perbudakan. Usamah hanya ingin melindugi dan menjaga agama Islam dan pemeluknya dari kehancuran oleh tindakan musuh-musuh Islam.

Di masa lalu ada Usamah bin Haritsah yang dalam usia belia, 18 tahun, sudah menjadi panglima perang melawan Romawi. Di abad 21 ini, juga ada Usamah, yang menghadapi hegemoni kafir global, yang ingin menghancurkan kehidupan umat Islam dengan segala kekuatan yang dimilikinya. Termasuk dengan menggunakan senjata dan perang.

Usamah bin Laden hidup dan matinya ditakuti oleh Amerika Serikat. Karena, sosok pribadinya yang mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mencintai para pengikutnya dan ummatnya. Pergilah Usamah untuk menghadap Rabbul ‘alamin. Wallahu a’lam.

Sumber: Eramuslim.com

AS dengan Bebas Berkeliaran, Membunuh dan Membantai di Negeri Kaum Muslim

"AS dengan Bebas Berkeliaran, Membunuh dan Membantai di Negeri Kaum MuslimSeolah-olah Bagian dari Wilayah Amerika!", demikian judul pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Utsman Bakhasy, Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir menyikapi penyergapan sekaligus pembunuhan Osama yang diumumkan oleh Barack Obama.

Menurut Utsman Bakhasy, semua yang dilakukan seperti yang diumumkan Obama, mulai dari penyerbuan sebuah rumah, sehingga membunuh orang-orang yang ada di dalamnya, baik perempuan, laki-laki, dan anak, merupakan penghinaan terhadap Islam.

Pejabat AS menambahkan bahwa mereka menguburkan jasad bin Laden di laut, menurut tatacara Islam. "Begitulah penghinaan terhadap Islam. Ingatlah laknat Allah akan ditimpakan kepada orang-orang kafir," kata Utsman Bakhasy.

Bakhasy menegaskan bahwa Obama telah kalah dua kali dalam peristiwa ini. Pertama, Amerika dengan pasukannya yang besar dan pasukan sekutu, dengan bantuan antek-antek khianatnya, mereka harus mengerahkan semua kekuatan hingga sekitar satu dekade, hanya untuk mencari seorang laki-laki yang tidak memiliki kekuatan fisik sampai sepersepuluh dari kekuatan satu batalion dari pasukan mereka itu…

"Maka jika mereka berhasil mendapatkannya dan kondisinya begitu setelah satu dekade, hal itu dalam tradisi ksatria perang tidak dinilai sebagai kemenangan yang pantas dibanggakan oleh Obama …"

Kedua, Obama tidak membunuh Bin Ladin di medan perang, tetapi di dalam rumah yang di serbu! Dan ini dalam tradisi orang-orang yang memiliki jiwa kehormatan di antara para ksatria perang tidak dinilai sebagai kemenangan yang pantas dibanggakan oleh Obama.

Menurut Hizbut Tahrir, Barat kafir terus melanjutkan perang salibnya terhadap Islam dan kaum Muslim. Itu adalah perang salib hingga sekali pun seandainya Obama berbohong dan mengatakan “Amerika Serikat tidak dan tidak akan melawan Islam“.

"Lalu apa yang dilakukan pasukan Amerika dan sekutunya di Afganistan? Apa yang dilakukan pasukan Amerika dan sekutunya di Irak? Dan apa tentang puluhan ribu kaum Muslim yang telah dan sedang ditumpahkan darahnya oleh Amerika? Apa artinya sikap diam membisu barat kafir terhadap pembunuhan kaum Muslim di Chechnya, Kashmir, dan kaum Muslim di bagian bumi lainnya? Bukankah semua itu dilakukan oleh tangan barat kafir salibis baik secara langsung maupun tidak langsung?! Dan apa dan apa?!"

"Sungguh itu adalah perang salib yang belum berhenti!! Jauh sebelumnya, presiden AS yang lalu, George Bush pada tahun 2001 telah mengumumkan bahwa itu merupakan perang salib dan didukung oleh para politisi senior barat."

Berikut pernyataan lengkap Utsman Bakhasy, Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir terkait hal tersebut.

=============

Kantor Media Pusat

Hizbut Tahrir

No : 32/1432 H

Tanggal : 29 Jumadul Ula 1432 H/02 Mei 2011 M

AS dengan Bebas Berkeliaran, Membunuh dan Membantai di Negeri Kaum Muslim

Seolah-olah Bagian dari Wilayah Amerika!

Obama mengumumkan pada pagi ini, Senin 2011/05/02 bahwa pasukan AS telah menyerbu sebuah rumah yang aman di Pakistan, sehingga membunuh orang-orang yang ada di dalamnya baik perempuan, laki-laki, dan anak-anak … Dan bahwa Bin Laden termasuk orang yang tewas dan pasukan Amerika agressor membawa jasadnya… Kemudian pejabat AS menambahkan bahwa mereka telah menguburkan jasad bin Laden di laut, menurut tatacara Islam! Begitulah penghinaan terhadap Islam. Ingatlah laknat Allah akan ditimpakan kepada orang-orang kafir.

Bin Laden jika memang ia telah syahid, maka memang itulah yang ia idamkan: kemenangan atau syahid. Ia telah meraih salah satu dari kedua kebaikan itu di tangan orang kafir, yang senyata-nyata kafir, yang membuat Bin Ladin pada hari kiamat kelak tidak memerlukan satu rakaat pun shalat yang ia tunaikan untuk meraih kebaikan itu!

Adapun Obama maka dia telah kalah dua kali dalam peristiwa ini:

Pertama, Amerika dengan pasukannya yang besar dan pasukan sekutu, dengan bantuan antek-antek khianatnya, mereka harus mengerahkan semua kekuatan hingga sekitar satu dekade, hanya untuk mencari seorang laki-laki yang tidak memiliki kekuatan fisik sampai sepersepuluh dari kekuatan satu batalion dari pasukan mereka itu… Maka jika mereka berhasil mendapatkannya dan kondisinya begitu setelah satu dekade, hal itu dalam tradisi ksatria perang tidak dinilai sebagai kemenangan yang pantas dibanggakan oleh Obama …

Kedua, Obama tidak membunuh Bin Ladin di medan perang, tetapi di dalam rumah yang di serbu! Dan ini dalam tradisi orang-orang yang memiliki jiwa kehormatan di antara para ksatria perang tidak dinilai sebagai kemenangan yang pantas dibanggakan oleh Obama …

Begitulah, syahidnya seorang muslim di tangan salibis yang penuh dengki terhadap Islam dan pemeluknya, itu bukanlah perkara yang aneh. Tetapi yang aneh dan ironis adalah Amerika berkeliaran dengan bebas di negeri kaum Muslim, mengacaukan suasana, membom rumah, dan menghancurkannya di depan mata para penduduknya tanpa mempedulikan orang yang ada di dalamnya baik anak-anak, wanita maupun orang-orang tua! Semua itu terjadi tanpa penolakan sedikit pun dari penguasa! Penguasa kita karena kehinaan dan kerendahan mereka di mata Amerika dan keasyikannya dalam berkhianat, maka Amerika menggunakan mereka sebagai mata-mata yang memberikan informasi-informasi intelijen untuk membunuhi kaum Muslim. Sampai jika Amerika memutuskan membunuh dan menyerbu, maka America melakukannya di jantung negeri para penguasa khianat itu tanpa meminta izin mereka dikarenakan kehinaan dan kerendahan mereka!

Pengumuman terbunuhnya Bin Ladin disertai banyak kesamaran, keraguan seputar hal-hal yang melingkupi tindakan kejahatan itu. Dan disertai adanya pertentangan laporan intelijen dan penutupan banyak hal tentang detil di seputarnya. Terlepas dari semua itu, seiring waktu hal itu akan terbongkar kebenarannya dan kebenaran berbagai kejadian menyedihkan lainnya yang berkaitan dengan umat ini…

Hizbut Tahrir dalam konteks ini merasa penting untuk mengingatkan hal-hal berikut:

1. Barat kafir terus melanjutkan perang salibnya terhadap Islam dan kaum Muslim. Itu adalah perang salib hingga sekali pun seandainya Obama berbohong dan mengatakan “Amerika Serikat tidak dan tidak akan melawan Islam“.

Lalu apa yang dilakukan pasukan Amerika dan sekutunya di Afganistan? Apa yang dilakukan pasukan Amerika dan sekutunya di Irak? Dan apa tentang puluhan ribu kaum Muslim yang telah dan sedang ditumpahkan darahnya oleh Amerika? Apa artinya sikap diam membisu barat kafir terhadap pembunuhan kaum Muslim di Chechnya, Kashmir, dan kaum Muslim di bagian bumi lainnya? Bukankah semua itu dilakukan oleh tangan barat kafir salibis baik secara langsung maupun tidak langsung?! Dan apa dan apa?!

Sungguh itu adalah perang salib yang belum berhenti!! Jauh sebelumnya, presiden AS yang lalu, George Bush pada tahun 2001 telah mengumumkan bahwa itu merupakan perang salib dan didukung oleh para politisi senior barat.

2. Sungguh telah tiba waktunya bagi penduduk Pakistan untuk melakukan hal-hal berikut:

- Menindak penguasa penjahat yang telah menggunakan negeri ini untuk melayani Amerika dalam perang melawan Islam dan kaum muslim! Penduduk Pakistan tidak boleh bersikap tenang-tenang saja hingga mereka mencabut penguasa penjahat yang loyal kepada musuh-musuh Allah dan umat ini…

- Para ahlul quwah di antara para perwira militer Pakistan dan putera-putera berbagai kabilah harus melakukan peran mereka yang telah diwajibkan oleh Allah terhadap mereka. Kita bertanya kepada mereka: “Bukankah bagian dari ajaran agama Anda yang agung adalah membela Islam dan kaum muslim? Bagaimana Anda menerima kehinaan ini di mana Amerika menerobos negeri Anda dan membunuh siapa saja yang ingin mereka bunuh, dan melakukan keburukan di jantung negeri Anda seperti yang mereka inginkan?!”

Maka kembalilah kepada akal sehat Anda wahai para tokoh! Cabutlah para penguasa Anda dan satukan tangan Anda dengan tangan Hizbut Tahrir untuk mengumumkan Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian, sehingga khilafah memerintah dengan Islam, membebaskan negeri dan penduduknya, dan mengemban Islam ke seluruh dunia sebagai risalah petunjuk dan cahaya.

Wahai Kaum Muslim di Mana Saja

Sungguh kebrutalan dan kejahatan dalam memperlakukan Islam dan pemeluknya akan terus berlangsung dan bertambah sampai Allah memberi kekuasaan kepada umat ini sehingga mereka mendirikan khilafah dan menjadikannya pelindung yang kokoh!

Maka wahai para ksatria, wahai hamba-hamba Allah, berhamburlah untuk menolong agama Allah, berhamburlah untuk mengembalikan Islam agar kembali memimpin dunia dan mengeluarkan dunia dari kekejian, kezaliman, dan kegelapan Amerika dan Eropa menuju cahaya dan keadilan Islam yang belum pernah umat manusia melihat cahaya dan keadilan semisal itu selamanya …

Berhamburlah dan letakkan tangan Anda menyatu dengan tangan Hizbut Tahrir karena di dalamnya terdapat kebaikan di dunia dan akhirat.

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ﴿٨﴾ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ ﴿٩﴾

Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. (QS ash-Shaff [61]: 8-9)

Utsman Bakhasy

Direktur Kantor Media Pusat

Hizbut Tahrir

Telp/Fax: 009611307594. HP: 0096171724043

Email: media@hizb-ut-tahrir.infoThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

www.hizb-ut-tahrir.org

www.hizb-ut-tahrir.info


Sumber: Syabab.com

Kamis, Mei 05, 2011

Bunuh Osama, Obama Dilaporkan ke Polisi

VIVAnews - Di saat warga Amerika Serikat memuji keberhasilan Presiden Barack Obama menumpas gembong teroris yang paling dicari, Osama Bin Laden, aksi dua pria Belanda ini justru sebaliknya.


Mereka, Ruud Snoeren dan Terry Flohr justru melaporkan Obama ke kantor polisi setempat. Tuduhannya: membunuh Osama. Obama dituduh melakukan kejahatan dengan cara memerintahkan pasukan khusus AS menggempur persembunyian Osama.

"Kami sangat marah," kata, Snoeren (30) yang berprofesi sebagai pengacara, seperti dimuat Telegraph, 5 Mei 2011. "Ada seorang pembunuh yang telah mengakui perbuatannya di televisi. Ia juga membuang bukti ke laut. Dan seluruh dunia merayakan."

Aksi melaporkan Obama, tambah dia, bukan berarti membela Osama bin Laden atau mendukung teroris. Namun, menurut mereka, bos Al Qaeda itu semestinya ditangkap dan diadili atas kejahatannya.

Bagaimana tanggapan polisi?

Kepolisian Kota Tilburg, Belanda menolak kasus ini. Meski mencatatnya dalam register, polisi mengatakan pada pelapor ini di luar kewenangan mereka. "Ini bukan berarti kami tak menganggap kasus ini serius, tapi ini bukan kasus yang sesuai untuk polisi Tilburg," kata juru bicara kepolisian.

Dua pelapor lantas dianjurkan untuk mengajukan laporan ke pengadilan kejahatan perang internasional yang berbasis di Den Haag. "Kami akan mempertimbangkan hal itu," kata Flohr, 29, seorang mahasiswa.

Osama tewas dalam penyerbuan pasukan US Navy SEAL di Pakistan Senin 2 Mei 2011. Beberapa kaki tangannya juga ikut tewas. Presiden AS, Barack Obama memutuskan, tak akan merilis foto Osama kala tewas, sesuai tuntutan sejumlah pihak. Itu agar tak jadi bahan propaganda. Juga, tak ada nisan yang menandai makam Osama. Jasadnya tak dikubur, namun dicemplungkan ke sebuah titik di Laut Arab. (kd)

Al Qaeda Buktikan Ancaman di Yaman, 8 Orang Tewas


Sedikitnya delapan orang tewas dan 20 lainnya terluka setelah sekelompok orang bersenjata secara membabi-buta menyerang patroli dua kendaraan polisi di Provinsi Abyan, Yaman. Kelompok bersenjata tersebut diyakini merupakan jaringan kelompok teroris, Al Qaeda.

Serangan di Abyan itu hanya berselang satu hari setelah jaringan kelompok Al Qaeda yang beroperasi di Yaman, bersumpah untuk melakukan aksi balas dendam pasca-tewasnya pemimpin mereka Osama bin Laden di tangan Amerik Serikat pada Ahad silam.

Serangan pertama kali ditujukan kepada kendaraan patroli polisi Yaman yang sedang berpatroli di sekitar pasar Zinjibar. Empat polisi tewas, dan dua lainnya terluka. Korban lainnya berasal dari warga sipil.

Senator AS Pun Tidak Percaya Keaslian Foto Usamah

Hidayatullah.com—Ternyata ketidakpercayaan atas kematian pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin, tidak hanya terdapat di sejumlah negara Timur Tengah dan berpenduduk muslim, sejumlah senator di Amerika Serikat juga ada yang tidak mempercayai. Tetapi bisa jadi ketidakpercayaan senator itu, yang semuanya dari Partai Republik, berangkat dengan motif lain.

Tiga senator AS pada Rabu (4/5) mencabut klaim mereka, setelah melihat foto grafis dari mayat Usamah bin Ladin. Mereka menganggap gambar terbunuhnya pemimpin Al-Qaidah itu palsu.

Senator Saxby Chambliss, tokoh Partai Republik pada Komite Intelijen, mengatakan kepada wartawan ia telah melihat foto-foto atas serangan pasukan komando khusus AS itu di Pakistan.

"Inilah yang Anda harapkan atas seseorang telah ditembak di kepala. Itu tidak cukup," katanya, pada jam-jam sebelum menjadi jelas bahwa foto tidak otentik telah beredar di kalangan anggota parlemen AS.

Ditanya apakah ia, yang juga anggota Komite Angkatan Bersenjata di Senat, sudah melihat foto resmi, juru bicaranya, Bronwyn Lance-Chester kepada AFP mengatakan, “Telah sangat jelas tentang hal ini: dia tidak melihat foto resmi."

Dua anggota senat pada Komite Angkatan Bersenjata yang berasal dari Republik, Kelly Ayotte dan Scott Brown, juga mundur dari klaim bahwa mereka telah melihat foto-foto mengerikan dari mayat Usamah. Ayotte mengatakan bahwa 'senator lain' telah menunjukkan dia gambar kepala dan tubuh bagian atas Usamah.

"Ketika Anda melihat gambar, jelas memang itu sosoknya," kata dia pada wartawan. Tetapi Ayotte kemudian mengeluarkan pernyataan, “Ketika saya ditunjukkan foto oleh senator lain yang tampaknya jenasah Usamah bin Ladin, saya tidak tahu apakah itu otentik.”

Brown telah mengatakan pada beberapa media yang beredar di negara bagian asalnya Massachusetts bahwa ia melihat gambar itu sebelumnya.

Boleh jadi ketidakpercayaan anggota Republik memiliki motif agar pasukan AS terus bercokol di Afghanistan, Iraq, dan Pakistan. Republik memang lebih sengit terhadap terhadap sejumlah negara Islam, diawali saat republikan George Bush menjadi Presiden.*

Keterangan foto: Senator Saxby Chambliss.

Rabu, Mei 04, 2011

Inikah Calon Pengganti Sheikh Usamah Bin Ladin?

Voa-Islam.com - Pemimpin tertinggi Al-Qaeda Sheikh Usamah Bin Ladin dilaporkan telah gugur dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Abbotabad, Pakistan Ahad malam. Tersebarnya berita ini kemudian menimbulkan spekulasi bagi banyak orang tentang siapa yang akan menggantikan dirinya sebagai pucuk pimpinan tertinggi organisasi pejuang Islam yang sangat ditakuti oleh Amerika dan para sekutunya tersebut.

Amerika Serikat sendiri, setelah serangan 11 September 2001, telah mengeluarkan daftar orang-orang yang diduga sebagai pemimpin dari Al-Qaeda. Banyak dari mereka yang masuk dalam daftar tersebut kini telah ditangkap atau gugur, termasuk Sheikh Usamah Bin Ladin, sementara beberapa nama-nama baru juga telah muncul. Akankah mereka merupakan orang-orang yang akan menggantikan Sheikh Usamah Bin Ladin, Wallahu A'lam, karena hingga kini Al-Qaeda sendiri secara resmi belum merilis berita gugurnya Sheik Osama Bin Laden atau pun juga orang yang akan menggantikan dirinya sebagai pucuk pimpinan tertinggi Al-Qaeda.

Berikut ini adalah nama-nama sebagian dari para pemimpin Al-Qaeda tersebut

Ayman al-Zawahiri

Ayman al-Zawahiri, seorang ahli bedah mata yang membantu mendirikan kelompok militan Jihad Islam Mesir, diharapkan untuk menggantikan Sheikh Usamah Bin Ladin sebagai pemimpin al-Qaeda.

Dia sudah menjadi ketua ideolog kelompok Al-Qaeda dan dipercaya oleh beberapa ahli telah menjadi "otak operasional" di balik serangan 11 September 2001 di AS.

Zawahiri orang nomor dua - di atasnya hanya Usamah Bin Ladin - dalam daftar 22 "teroris yang paling dicari" yang diumumkan oleh pemerintah AS pada tahun 2001 dan hadiah yang dijanjikan oleh AS terus naik hingga mencapai $ 25 juta untuk kepalanya.

Zawahiri dilaporkan terakhir terlihat di kota Khost Afghanistan timur pada bulan Oktober 2001, dan bersembunyi setelah koalisi pimpinan Amerika menggulingkan Taliban.

Dia dianggap bersembunyi di daerah pegunungan di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan dengan bantuan suku-suku lokal yang simpatik. Namun, pembunuhan terhadap Bin Laden pada tanggal 1 Mei 2011 di Abbottabad, utara ibukota Islamabad Pakistan, menunjukkan ini tidak mungkin terjadi. Istri dan anak-anak Aiman Al-Zawahiri dilaporkan tewas dalam serangan udara AS di akhir 2001.

Zawahiri adalah untuk juru bicara Al-Qaeda paling menonjol, muncul dalam 40 video dan kaset audio sejak 2003 - yang terakhir pada bulan April 2011 - ketika kelompok Al-Qaeda berusaha meradikalisasi dan merekrut Muslim di seluruh dunia.

Dia juga telah didakwa di Amerika Serikat karena perannya dalam pemboman kedutaan AS di Afrika tahun 1998, dan dihukum mati di Mesir secara in absentia untuk kegiatan yang terkait dengan Jihad Islam pada tahun 1990an.

Abu Yahya al-Liby

Abu Yahya al-Liby, juga dikenal sebagai Hasan Qayid dan Yunis al-Sahrawi, diperkirakan telah menjadi anggota Libya Islam Fighting Group (LIFG) sebelum ia bersekutu kepada Sheikh Usamah Bin Ladin.

Dia telah muncul sebagai teolog Al-Qaeda terkemuka, dan wajahnya paling terlihat pada video, melebihi Ayman al-Zawahri dalam beberapa tahun terakhir.

Liby diyakini telah menghabiskan lima tahun sebagai mahasiswa agama di Mauritania pada 1990-an.

Dia menyatakan ia ditangkap oleh pasukan Pakistan pada tahun 2002 dan kemudian dikirim ke pangkalan udara militer AS di Bagram di Afghanistan, dari mana ia melarikan diri pada bulan Juli 2005 bersama dengan tiga anggota Al-Qaeda lainnya.

Al-Qaeda menyebut Liby sebagai komandan lapangan di Afghanistan, meskipun ia menyebut dirinya di banyak video sebagai sarjana teologi, dan berbicara tentang berbagai isu-isu global yang penting bagi kelompok tersebut.

Khalid al-Habib

Khalid al-Habib, dianggap sebagai warga Mesir atau Maroko, telah diidentifikasi dalam sebuah video bulan November 2005 sebagai komandan lapangan Al-Qaeda di tenggara Afghanistan, sedangkan Abdul-Hadi al-Irak disebut sebagai komandan di barat daya.

Habib tampaknya diasumsikan mempunyai perintah secara keseluruhan setelah penangkapan yang terakhir di tahun 2006.

Dia digambarkan sebagai "komandan militer" Al-Qaeda di bulan Juli 2008.

Para pejabat militer AS mengatakan ia mengawasi operasi "internal" Al-Qaeda di Afghanistan dan utara Pakistan.

Habib kemungkinan beroperasi dibawah sebuah identitas palsu, menurut beberapa analis. Salah satu nama gerilyanya diyakini adalah Khalid al-Harbi.

Adnan el Shukrijumah

Pada bulan Agustus 2010, FBI mengatakan Adnan Gulshair el Shukrijumah telah mengambil alih sebagai pimpinan "dewan operasi eksternal" Al-Qaeda. Setelah tinggal selama lebih dari 15 tahun di AS, ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin Al-Qaeda yang akrab dengan masyarakat Amerika telah ditempatkan bertanggung jawab atas perencanaan serangan untuk kelompok tersebut di luar Afghanistan.

Posisi seperti itu - pernah dipegang oleh orang yang dituduh sebagai dalang 9 September 2001, Khalid Sheikh Mohammed - memerlukan kontak teratur dengan pemimpin senior dan komandan militer Al-Qaeda, dan membuat dia mungkin akan dibunuh atau ditangkap.

Lahir di Arab Saudi, Shukrijumah pindah ke AS ketika ayahnya, seorang ulama Muslim, menempati jabatan di sebuah masjid di Brooklyn. Mereka kemudian pindah ke Florida.

Pada akhir 1990-an, ia menjadi yakin bahwa ia harus berpartisipasi dalam jihad di lapangan seperti Chechnya, dan berangkat ke kamp-kamp pelatihan di Afghanistan.

Shukrijumah telah disebut dalam surat dakwaan federal AS sebagai konspirator dalam kasus terhadap tiga orang yang dituduh merencanakan serangan bom bunuh diri di sistem kereta bawah tanah New York pada tahun 2009. Ia juga diduga memainkan peran dalam merencanakan serangan Al-Qaeda di Panama, Norwegia dan Inggris.

Atiyah Abdul Rahman

Seorang Libya, Atiyah Abdul Rahman bergabung dengan Sheikh Usamah Bin Ladin di Afghanistan ketika remaja pada 1980-an.

Sejak itu, ia telah mendapatkan tempat yang cukup tinggi di Al-Qaeda sebagai pakar bahan peledak dan sarjana Islam.

Dia mundur dengan Bin Ladin ke daerah pegunungan perbatasan Afghanistan-Pakistan di akhir 2001, dan sejak itu menjadi penghubung untuk kelompok-kelompok pejuang Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pada bulan Juni 2006, militer AS menemukan sebuah surat yang ditulisnya kepada Abu Musab al-Zarqawi, warga Yordania yang menjalankan Al-Qaeda di Irak.

Atiyah Abdul Rahman dikatakan telah berhasil memprakarsai suatu aliansi resmi dengan Kelompok Salafi Aljazair untuk Dakwah dan Jihad (GSPC), yang berganti nama menjadi Al-Qaeda di Maghreb Islam.

Saif al-Adel

Seorang warga negara Mesir, Saif al-Adel adalah nama gerilya dari seorang mantan kolonel tentara Mesir, Muhammad Ibrahim Makkawi. Ia pergi ke Afghanistan pada 1980-an untuk melawan pasukan Soviet dengan mujahidin.

Adel pernah menjadi salah satu kepala keamanan Usamah Bin Ladin, dan diasumsikan mengambil alih banyak tugas dari komandan militer Mohammed Atef setelah kematiannya dalam serangan udara AS pada bulan November 2001.

Dia diduga terlibat dalam pemboman kedutaan AS tahun 1998 di Afrika Timur, pelatihan para pejuang Somalia yang menewaskan 18 petugas AS di Mogadishu pada tahun 1993, dan melatih beberapa pembajak 11 September 2001.

Pada tahun 1987, Mesir menuduh Adel berusaha untuk mendirikan sebuah sayap militer dari kelompok militan Islam al-Jihad, dan berusaha untuk menggulingkan pemerintah.

Setelah invasi ke Afghanistan, Adel diyakini telah meloloskan diri ke Iran dengan Suleiman Abu Ghaith dan Saad Bin Laden, putra pemimpin Al-Qaeda Usamah Bin Ladin. Mereka kemudian diduga ditahan di bawah tahanan rumah oleh Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC). Iran sendiri tidak pernah mengakui keberadaan mereka.

Beberapa surat dan laporan internet yang menghubungkan nama atau alias Adel telah dirilis sejak tahun 2002, yang menyebabkan analis percaya dia masih menjalin kontak dengan para pemimpin al-Qaeda di wilayah tersebut.

Laporan terbaru mengatakan Adel mungkin telah dibebaskan dan pergi ke Pakistan utara, bersama dengan Saad Bin Laden.

Mustafa Hamid

Mustafa Hamid, ayah mertua Saif al-Adel, menjabat sebagai instruktur dalam taktik di kamp Al-Qaeda di dekat Jalalabad dan merupakan penghubung antara kelompok tersebut dan pemerintah Iran, menurut AS.

Setelah jatuhnya Taliban, ia dikatakan telah menegosiasikan relokasi yang aman terhadap beberapa anggota al-Qaeda senior dan keluarga mereka ke Iran. Pada pertengahan tahun 2003, Hamid ditangkap oleh pemerintah Iran.

Saad Bin Laden

Saad Bin Laden, salah seorang putra Usama Bin Ladin, telah terlibat dalam kegiatan-kegiatan Al-Qaeda. Pada tahun 2001-an, ia membantu keluarganya meloloskan diri ke Iran.

Dia membuat keputusan kunci untuk al-Qaeda dan merupakan bagian dari sekelompok kecil dari anggota Al-Qaeda yang terlibat dalam pengelolaan organisasi itu dari Iran, menurut para pejabat AS. Ia ditangkap oleh pemerintah Iran pada awal 2003, namun laporan baru-baru ini mengatakan ia mungkin telah dilepas dan pergi ke Pakistan utara.

Para pejabat Amerika mengatakan seorang "anak dewasa" Usama Bin Ladin meninggal bersamanya dalam serangan di Abbottabad pada Mei 2011. Namun tidak diketahui apakah itu Saad.

Hamza al-Jawfi

Hamza al-Jawfi, seorang warga Teluk Arab, diyakini oleh beberapa orang telah menjadi kepala operasi eksternal Al-Qaeda setelah meniggalnya Abu Ubaida al-Masri akibat hepatitis C pada bulan Desember 2007. Namun, FBI mengatakan tahun ini bahwa Adnan el Shukrijumah diduga menjalankan tugas ini.

Matiur Rehman

Matiur Rehman adalah pejuang islam asal Pakistan yang telah diidentifikasi sebagai kepala perencanaan Al-Qaeda. Dia dikatakan telah mengarsiteki rencana serangan "bom cair" yang gagal untuk meledakkan pesawat penumpang diatas Atlantik pada tahun 2006.

Abu Khalil al-Madani

Sedikit yang diketahui tentang Abu Khalil al-Madani, yang diidentifikasi sebagai anggota dewan Syura Al-Qaeda dalam sebuah video bulan Juli 2008. Namanya menunjukkan dia warga Saudi.

Midhat Mursi

Seorang ahli kimia Mesir, Midhat Mursi al-Sayid Umar diduga mengawasi upaya Al-Qaeda untuk mengembangkan senjata kimia dan biologi.

Juga dikenal sebagai Abu Khabab, ia meninggalkan Mesir untuk melawan Soviet pada tahun 1980-an. Seorang kawannya sesama mujahidin mengatakan dia lambat untuk bergabung dengan Al-Qaeda karena dia tidak setuju dengan strategi pusat kelompok dan bukan seorang sekutu Ayman al-Zawahiri, tapi kemudian berubah pikiran.

Mursi adalah seorang pelatih di kamp Al-Qaeda Derunta di Afghanistan ketika didirikan pada akhir 1990-an.

Selain mengajar kursus bahan peledak konvensional, ia menulis buku panduan tentang cara untuk membuat senjata beracun dan melakukan berbagai eksperimen sebagai bagian dari Proyek al-Zabadi, atau "susu kental".

AS percaya bahwa dia mungkin tinggal di Pakistan, meskipun laporan lain menunjukkan ia meloloskan diri ke Gorge Pankisi di wilayah Kaukasus pada tahun 2001. Para pejabat intelijen AS tidak percaya dia menempati posisi kepemimpinan senior.

Mohammed Ahmed Fahd al-Quso

Fahd al-Quso dicari sehubungan dengan serangan bom tahun 2000 terhadap kapal induk USS Cole di Aden, yang mengakibatkan kematian atas 17 marinir AS.

Pada bulan April 2003, ia ditahan oleh otoritas Yaman sehubungan dengan serangan ketika ia melarikan diri. Dia ditangkap kembali 11 bulan kemudian, tetapi dibebaskan dari penjara awal tahun 2007 meskipun diprotes AS.

Sebagian berpikir bahwa ia masih di Yaman, namun laporan mengatakan ia mungkin telah gugur akibat serangan AS drone pada bulan September di Waziristan Utara, Pakistan.

Adam Gadahn

Adam Gadahn, seorang warga negara Amerika Serikat yang dibesarkan di California, telah muncul sebagai propagandis kelas tinggi untuk Al-Qaeda, yang muncul dalam serangkaian video.

Setelah memeluk Islam ketika remaja, ia pindah pada tahun 1998 ke Pakistan dan menikah dengan seorang pengungsi Afghanistan. Gadahn melakukan penerjemahan untuk Al-Qaeda dan berhubungan dengan komandan lapangan Al-Qaeda yang tertangkap, Abu Zubaydah. Ia juga diduga telah mendapatkan pelatihan di sebuah kamp pejuang Islam di Afghanistan.

Pada tahun 2004, departemen keadilan AS menyebutnya sebagai salah satu dari tujuh operator Al-Qaeda yang merencanakan serangan yang akan segera terjadi di AS. Tak lama kemudian, ia muncul dalam video atas nama Al-Qaeda, dan mengidentifikasi dirinya sebagai "Azzam Amerika".

Pada bulan September 2006, ia muncul dalam sebuah video dengan Ayman al-Zawahiri dan mendesak rekan-rekannya dari Amerika untuk masuk Islam dan mendukung Al-Qaeda.

Bulan berikutnya, Gadahn menjadi warga AS pertama yang didakwa dengan pengkhianatan sejak Perang Dunia II. Surat dakwaan tersebut mengatakan dia "sengaja setia kepada musuh Amerika Serikat ... dengan maksud untuk mengkhianati Amerika Serikat". Sebuah hadiah sebesar $ 1 juta dijanjikan untuk kepalanya.

Para pengamat mengatakan Gadahn bukan bagian dari pemimpin senior al-Qaeda, dan tidak memiliki peran signifikansi apapun baik secara operasional atau ideologis.

Nasser Abdul Karim al-Wuhayshi

Nasser Abdul Karim al-Wuhayshi, mantan seorang pembantu Osama Bin Laden, adalah pemimpin Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), yang dibentuk pada 2009 dalam penggabungan antara dua cabang Al-Qaeda di Arab Saudi dan Yaman.

Pejabat anti terorisme AS mengatakan AQAP adalah "cabang operasi yang paling aktif "dari Al-Qaeda di luar Pakistan dan Afghanistan.

Wuhayshi, yang berasal dari Governorat Yaman selatan, al-Baida, menghabiskan waktu di lembaga agama sebelum melakukan perjalanan ke Afghanistan pada akhir 1990-an.

Dia berperang dalam pertempuran Tora Bora pada bulan Desember 2001, sebelum meloloskan diri dari perbatasan ke Iran, di mana ia akhirnya ditangkap. Ia diekstradisi ke Yaman pada tahun 2003.

Pada bulan Februari 2006, Wuhayshi dan 22 orang lainnya yang diduga anggota Al-Qaeda berhasil meloloskan diri dari sebuah penjara di Sanaa. Di antara mereka juga Jamal al-Badawi, orang yang dituduh sebagai dalang pemboman USS Cole, dan Qasim al-Raymi, komandan militer Al-qaeda di Semenanjung Arab itu.

Setelah pelarian mereka dari penjara, Wuhayshi dan Raymi dikatakan telah mengawasi pembentukan Al-Qaeda di Yaman, yang keduanya merekrut anggota baru dan para pejuang Arab yang kembali dari Irak dan Afghanistan.

Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas dua serangan bom jihad yang menewaskan enam turis Barat sebelum terkait dengan serangan terhadap kedutaan besar AS di Sanaa pada tahun 2008, di mana 10 penjaga keamanan Yaman dan empat warga sipil tewas.

Empat bulan kemudian, Wuhayshi mengumumkan dalam video penggabungan dari cabang Al-Qaeda di Yaman dan Arab Saudi untuk membentuk "Organisasi Jihad al-Qaeda di Semenanjung Arab".

Operasi pertama Kelompok tersebut di luar Yaman dilakukan di Arab Saudi pada bulan Agustus 2009 terhadap kepala keamanan kerajaan Saudi, Pangeran Muhammad bin Nayef, meskipun dia selamat.

kelompok tersebut kemudian dikatakan berada di balik upaya untuk meledakkan jet penumpang AS yang terbang ke Detroit pada 25 Desember 2009. Seorang pria Nigeria yang didakwa terkait dengan insiden tersebut mengatakan para agen lapangan AQAP telah melatihnya.

Anwar Al-Awlaki

Seorang ulama Muslim Amerika keturunan Yaman, Anwar Al-Awlaki telah dikaitkan dengan serangkaian serangan dan perencanaan di seluruh dunia - dari serangan 11 September 2001 hingga penembakan di Fort Hood pada bulan November 2009.

Sejak kepergiannya ke Yaman pada Desember 2007, Awlaki secara jelas mengesahkan jihad sebagai kewajiban agama dalam khotbah-khotbahnya dan di internet yang diperkirakan telah mengilhami anggota baru untuk militansi Islam.

Pejabat AS mengatakan dia juga seorang pemimpin Al-Qaeda di Semenanjung Arab, sebuah cabang dari jaringan pejuang Islam di Arab Saudi dan Yaman, dan membantu merekrut Umar Farouk Abdulmutallab, warga Nigeria yang dituduh berusaha meledakkan sebuah pesawat penumpang ketika pesawat itu terbang ke Detroit pada 25 Desember 2009.

Setelah serangan yang gagal, Presiden Barack Obama mengambil langkah otorisasi luar biasa kepada Central Intelligence Agency (CIA) untuk membunuhnya. Tak lama kemudian, Awlaki selamat serangan udara di Yaman selatan.

Awlaki saat ini dianggap bersembunyi di pegunungan governorates Shabwa dan Marib, di bawah perlindungan suku besar dan kuat Awalik, yang ia merupakan anggotanya. Keluarganya mengatakan ia bukan teroris.

Abu Mush'ab Abdel wadoud

Seorang mantan mahasiswa sains dan pembuat bom terkenal, Abdel wadoud adalah pemimpin Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM). Ia menjadi pemimpin kepala organisasi pejuang Islam Aljazair, Kelompok Salafi untuk Dakwah dan Jihad (GSPC), pada pertengahan tahun 2004, menggantikan Nabil Sahraoui yang gugur dalam operasi militer besar-besaran.

Setelah keluar dari universitas pada tahun 1995, Abdel wadoud bergabung dengan Kelompok Islam Bersenjata (GIA), sebagai awal dari GSPC yang tujuannya mendirikan negara Islam di Aljazair. Dia dikatakan menjadi anggota GSPC pada tahun 1998.

Abdel wadoud, yang nama aslinya adalah Abdel malek Droukdel, adalah salah satu penandatangan pernyataan pengumuman aliansi dengan al-Qaeda pada tahun 2003.

Pada bulan September 2006, GSPC mengatakan telah bergabung dengan Al-Qaeda, dan pada Januari 2007 kelompok itu mengumumkan telah berganti nama menjadi "Al-Qaeda di Tanah Maghreb Islam" untuk mencerminkan kesetiaan nya. Abdelwadoud mengatakan dia berkonsultasi Ayman al-Zawahiri tentang rencana kelompok tersebut.

Tiga bulan kemudian, 33 orang tewas dalam serangan bom di gedung pemerintah di Algiers. Abdelwadoud diduga mengawasi operasi tersebut. Bulan Desember tahun yang sama, bom mobil kembar menewaskan sedikitnya 37 orang di ibukota.

Ambisi dari kepemimpinan kelompok tersebut melebar, dan kemudian melakukan sejumlah serangan di Afrika Utara. Ia juga menyatakan keinginannya untuk menyerang sasaran-sasaran Barat dan mengirim mujahidin ke Irak.